SIFILIS, PENYAKIT MEMATIKAN AKIBAT SEKS BEBAS

Sifilis adalah penyakit yang ditularkan terutama melalui hubungan seks yang disebabkan oleh bakteri triponema pallidum. Sifilis bukan hanya menyerang alat kelamin tetapi juga organ tubuh lain terutama jantung, otak, dan susunan saraf.

TANDA DAN GEJALA SIFILIS.
Tanda dan gejala sifilis tergantung berat ringannya penyakit. Secara umum gejala sifilis dapat dibedakan menjadi tiga stadium.


Stadium satu (primary syphilis).
Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina atau penis, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

Chancre pada sifilis primer di penis



Chancre pada sifilis primer di sekitar vagina


Chancre pada sifilis primer dekat anus (dubur)


Chancre pada sifilis primer di bibir

Stadium dua (secondary syphilis). 
Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Juga ditemukan adanya lesi (luka) di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Kelainan pada mata ditemukan pada 5-10% penderita. Kadang juga ditemukan infeksi tulang, nyeri sendi, infeksi selaput otak, infeksi ginjal, hepatitis, dan borok pada usus besar. 
Ruam di telapak kaki dan tangan pada sifilis sekunder



Ruam di tubuh pada sifilis sekunder


lesi di lidah pada sifilis sekunder



Lesi di sudut bibir pada sifilis sekunder


Stadium tiga (tertiary syphilis).


Pada sifilis tersier, ditemukan gumma di kulit, mulut, dan saluran pernafasan bagian atas. Pada fase ini juga ditemukan kelainan pada organ jantung dan otak. Kelainan pada jantung akibat sifilis disebut sifilis kardiovaskuler, sedangkan kelainan pada otak disebut neurosifilis. 
- Sifilis kardiovaskuler.
    Umumnya gejalanya baru timbul setelah 10-20 tahun setelah infeksi primer. 10% penderita sifilis akan mengalami fase ini. Kematian akibat sifilis fase ini biasanya akibat kematian pembuluh darah besar jantung seperti aorta.
- Neurosifilis.
   Seperti sifilis kardiovaskuler, neurosifilis baru timbul setelah 10-20 tahun terjadinya infeksi primer.  Pada neuro sifilis, dapat terjadi gangguan mental ringan sampai berat. Dapat juga terjadi gangguan saraf seperti kelumpuhan, kehilangan reflex, gangguan kandung kemih, impotensi, dan perasaan nyeri seperti dipotong-potong.
Gumma di sekitar mulut pada sifilis tersier

gumma di kulit pada sifilis tersier
Gumma di hidung pada sifilis tertier

Gumma di hidung pada sifilis tertier


PENGOBATAN SIFILIS
Pengobatan untuk sifilis sebaiknya dilakukan pada stadium awal, untuk mencegah agar penyakitnya tidak berlanjut. Pengobatan biasanya dilakukan dengan memberikan Antibiotika injeksi (suntikan) maupun Oral (obat minum). Obat injeksi yang biasa dipergunakan adalah Penisilin Prokain selama 10 hari untuk sifilis primer dan sekunder, dan untuk fase laten selama 20-30 hari. Jika Alergi terhadap penisilin, biasanya penderita diberikan obat oral yaitu Tetrasiklin atau Eritromisin selama 15 hari untuk sifilis primer dan sekunder, sedangkan untuk fase laten obat ini diberikan selama 30 hari. Penting bagi 
penderita untuk berobat secara teratur, karena jika tidak, maka kuman sifilis menjadi kebal terhadap obat dan penyakit akan semakin sulit untuk disembuhkan.

KEMATIAN AKIBAT SIFILIS
Walaupun komplikasi utama sifilis pada orang dewasa termasuk neurosifilis, sifilis kardiovaskular, dan gumma jarang terjadi karena penggunaan penisilin secara luas sejak tahun 1950-an, kematian akibat sifilis terus terjadi. Satu studi menemukan bahwa dari 113 kematian tercatat akibat penyakit menular seksual, 105 disebabkan oleh sifilis.  Sebagian besar kematian ini disebabkan oleh sifilis kardivaskuler dan neurosifilis.
Angka-angka ini terus meningkat sejak munculnya epidemi AIDS, karena penyakit ulkus kelamin (termasuk sifilis) adalah kofaktor penularan HIV secara seksual. Selain itu, pasien yang tidak diobati yang seropositif HIV memiliki peningkatan risiko untuk percepatan terjadinya  neurosifilis dan komplikasinya. Selain itu, pasien dengan HIV memiliki risiko lebih besar untuk  perkembangan atau kekambuhan dari gejala awal  neurosifilis  sampai 2 tahun setelah pengobatan dengan penisilin intramuskular atau intravena.
Sifilis kongenital adalah akibat yang paling serius dari sifilis pada wanita.  Jumlah bayi yang terjangkit sifilis akan meningkat pada ibu yang tidak mendapat pengobatan pada stadium awal.Walaupun Treponema pallidum tidak menyerang jaringan plasenta atau janin sampai bulan kelima kehamilan, tatapi sifilis akan menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kematian segera setelah melahirkan di lebih dari 40% dari infeksi ibu yang tidak diobati. 5,6 kematian neonatal biasanya akibat  dari  perdarahan paru-paru, superinfeksi bakteri, atau hepatitis fulminan.



PENCEGAHAN SIFILIS
Tindakan utama untuk mencegah sifilis adalah menghindari seks bebas, karena sebagian besar sifilis ditularkan melalui hubungan seks.  Penggunaan kondom tidak sepenuhnya melindungi seseorang dari sifilis, karena ada kemungkinan kerusakan kondom.




Referensi:
-Mansjoer, Arif, (et al.) editor, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, cetakan I, Media Aesculapius, Jakarta, 2000
-http://www.sfcityclinic.org
-http://depts.washington.edu
-http://medinfo.ufl.edu
-http://www.lib.uiowa.edu
-http://emedicine.medscape.com
-http://www.accentu8dental.com.au
-http://webeye.ophth.uiowa.edu
-http://www.skincareguide.ca








0 komentar:

Poskan Komentar